August 7, 2013

Us

Yang mengakar kuat namun sanggup mencakar langit.
Bismillah

June 15, 2013

April 20, 2013

Growin' up


Bertumbuh dan berkembang. Apakah kamu seperti aku yang juga masih dalam tahapan bertumbuh dan berkembang? Mari bersyukur dan berjuang bareng.
Sudah taukah kamu arah pertumbuhan dan perkembanganmu? Jujur, aku masih terus mencari lho, maksudku, tentu saja kalau tujuan besar aku sudah melihatnya dari zaman ingusan, sekarang, aku masih mencari pintu yang tepat dan meraba tangga yang akan membawaku ke sana. 
Kalau boleh sedikit mencurahkan isi hati, bertumbuh dan berkembang ternyata nggak segampang terus bernafas (bahkan bernafas pun terlihat susah setelah mempelajari mekanisme dan reaksi yang terjadi sesungguhnya), rasanya seperti kehilangan dan mendapatkan sesuatu bagian dariku yang besar dan terkadang nyaris tanpa disadari. Terus kehilangan dan mendapatkan, kombinasi antara kehilangan yang baik/buruk dan mendapatkan yang baik/buruk. Salah satu ketakutan terbesarku adalah ketika pertumbuhan dan perkembangan ini malah membawaku ke suatu tempat yang buruk. Tapi mereka bilang kekhawatiran akan suatu yang buruk itu lebih buruk dari keburukan itu sendiri, oke mari lupakan ketakutan itu. 
Beberapa waktu yang lalu, tampaknya seperti seakan-akan keadaan memaksaku untuk bertindak di luar zona nyamanku. Terjun ke masyarakat, membangun relasi dan mengurus hal-hal yang tidak pernah terlintas dalam pikiran. Awalnya, untuk memulai saja menakutkan. Kemudian Bapak bilang, "Santai aja, mumpung masih SMA, orang-orang masih maklum kalo kamu salah, nduk". Dan terbukti, perkataan Bapak benar sekali. Orang-orang tua yang menakutkan itu pernah SMA juga, mereka ngerti banget jaman SMA ki urip lagi yo koyo ngono kae lah. Dan yaaaah, aku merasa lega setelah semuanya terlewati. 
Suatu hikmah biasa menyamarkan dirinya menjadi sesuatu yang indah ataupun buruk, dan mungkin nggak mudah untuk menyadarinya. Hikmah pengalaman membuat orang belajar dan berkembang, mendewasakan, dengan cara yang terkadang tidak bisa dibilang menyenangkan. Tapi orang selamanya tidak akan mendapatkan apa-apa kalau terlalu takut mencoba dan mengeksplorasi diri. So go out there and find your own adventure, your own experience, face the problems, never give up. Grow up. This is life.
Kalau nggak sekarang, kapan lagi? Mau tunggu sampe jenggot tumbuh sampe pantat? Uh.

March 30, 2013

Sekelebat malam

Selama 17 tahun hidup di Yogyakarta, aku sama sekali nggak familier sama keadaan Yogyakarta di malam Minggu, cupu banget kan. Eh kesempatan seminggu yang lalu -sekalian ikut ngerayain Earth Hour, aku bisa jalan-jalan di sekitar Jalan Malioboro. Jadi turis di kampung sendiri, miris. Dan ya, aku memutuskan aku nggak begitu benci dengan ramainya suasana di malam Minggu karena ternyata ramainya yang luar biasa itu juga meyimpan daya tarik luar biasa.




Malam itu, aku dan teman-teman tertarik buat masuk ke Monumen Serangan Umum 1 Maret, ngelanggar  peraturan sebenarnya, terus akhirnya bereksperimen sedikit. Nggak buruk lah. Tapi bagian lompat pagarnya jangan ditiru ya. 








Bye.

March 18, 2013

Mendung Menggantung



Ketep, Magelang, Jawa Tengah, bareng anak-anak Padmanaba 69 & 70, didera kabut dan hujan, mengalamai kram pantat yang nggak ada habisnya, tapi perjalanan ini adalah perjalanan yang paling taktunggu.
Oke, jadi sebenarnya saya libur seminggu kemarin sampai Hari Selasa besok ini gara-gara kelas XII lagi ujian sekolah. Rencana-rencana berwisata datang dan pergi selama itu, tapi hampir nggak ada yang kelakon kecuali ini. Nasib.


Pagi ini kami berangkat jam 10 tepat dari Kotabaru, lewat Jalan Magelang kemudian menuju ke timur lewat Jalan Mungkid-Boyolali (masuk di Blabak) sampai akhirnya bertemu jalan masuk Ketep Pass (petunjuk jalan terpampang jelas sepanjang jalan, lokasi sudah ter-tagging di Google Map juga). Perjalanan kurang lebih makan waktu 1,5 jam, cukup melelahkan karena medan Jalan Mungkid-Boyolali yang khas pegunungan dan kondisinya sudah tidak apik.


Dengan tarif masuk Ketep Pass Rp 7.000,00 per orang, pengunjung dapat menikmati Museum Gunung Merapi, Gardu Pandang, dan Volcano Theatre, semuanya didukung fasilitas pendukung seperti Mushola, Toilet, Lahan Parkir, kios cenderamata dan warung makan yang semuanya dikelola dengan baik.


Ketep Pass sebenarnya terkenal karena di sini pengunjung bisa menikmati pemandangan Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Sayangnya, siang tadi mendung menggantung di langit menutupi puncak kedua gunung tersebut. Yah kami harus puas melihat sebagian kecil keindahan mereka yang tidak tersembunyi. Kami singgah nggak begitu lama, berfoto, mengisi perut, sholat dhuhur, kemudian kabut menyelimuti daerah Ketep sehingga kami akhirnya memutuskan untuk pulang saja. 


February 6, 2013

Laguna Goo

Rindu masa-masa liburan  bareng sekeluarga? Mau tak bikin iri sedikit?
Beberapa waktu yang lalu waktu libur Maulud Nabi Muhammad SAW, bapak ngajak pergi sekeluarga ke Pantai Glagah, Kulonprogo. Rencananya dadakan sih, karena baru dikasih tau malam sebelumnya, alhasil ada beberapa agenda yang perlu diundur ke belakang, yasudah nggak masalah.

packing, loading
Buat yang belum tau tentang Pantai Glagah, pantai ini adalah salah satu pantai di deretan pesisir selatan Pulau Jawa, tepatnya di sebelah selatan Kota Wates, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Setelah memasuki pos retribusi pantai, kita bisa lihat ada calon pelabuhan di sebelah kiri muara sungai. Berbelok ke kanan, ada hamparan batu pemecah ombak yang melindungi pantai di sebelah kanannya, di sinilah biasanya wisatawan berkunjung. Uniknya Pantai Glagah, kita nggak bisa langsung mencapai pinggir pantai, karena adanya laguna yang menghalangi kita dari gundukan pasir yang kita sebut pantai itu sendiri. Fasilitas yang ada di tempat ini cukup memadai, tersedia tempat parkir bagi wisatawan yang membawa kendaraan dan bagi yang pengen nyeberang ke gundukan pasir di seberang laguna Pantai Glagah, ada beberapa perahu yang disewakan. Kalau memilih untuk terus menelusuri jalan ke arah barat, banyak tempat tersedia untuk beristirahat yang juga berada persis di tepian laguna. Di sepanjang jalan ini banyak pula penginapan, rumah makan, dan kebun-kebun buah naga. 

laguna Pantai Glagah
Sebenernya tujuan bapak ngajak ke Pantai Glagah waktu itu simpel aja, cuman mau makan siang di luar. Dari pagi ibu udah sibuk nyiapin bekal makanan untuk bakar-bakaran. Selesai semua dikemas, kami berangkat. Nggak berapa lama sekitar 1,5 jam perjalanan udah sampai di pos retribusi masuk. Nyari-nyari tempat di pinggir laguna yang teduh, nggak begitu ramai dan intinya enak untuk istirahat. Mobil diparkir, alas digelar, makanan ditata, alat bakaran siap, duduk manis, mulai makan!

duduk manis, mulai makan!
Nah, tujuan utama udah tercapai kan, habis itu masih sempet main-main sebentar. Tapi nggak berapa lama, angin yang pertamanya sepoi-sepoi mulai berubah kencang dan mendung menggantung di atas laut. Udah waktunya pulang, daripada piknik kami jadi piknik kebasahan. Akhirnya setelah membereskan barang bawaan dan memastikan nggak ada sampah yang tertinggal, kami cus pulang ke Jogja. Berikut beberapa gambar sekitaran Pantai Glagah.





Secara keseluruhan, kawasan wisata ini tergolong dirawat dengan cukup apik, terbukti dengan tersedianya fasilitas yang cukup memadai, akses jalan yang mudah dan tidak banyaknya gundukan-gundukan sampah yang mengganggu pemandangan. Tapi, karena kawasan ini masih dalam tahap pengembangan, sepertinya perlu ada rencana pembangunan dan pengelolaan yang terkoordinir, kalau nggak, yaaaah, wassalam deh.

January 25, 2013

Langkah Kaki


Karena dengan suatu cara atau cara yang lain, aku akan menjelajah dunia. 

January 6, 2013

Tahun Lama Tahun Baru

Semester 4 udah dihadapan, 2012 terlewat dan datang 2013. Wow! I'm gonna miss holiday and I'm so gonna miss 2012.
Roda kehidupan terus berputar sejalan dengan berjalannya waktu. Melihat kembali ke 2012, tahun yang sangat-sangat mengesankan karena banyak sekali hal baru yang menjadi pelajaran berharga buatku. Siapa coba yang nebak kalau anak ingusan ini bisa sedikit lebih mandiri dan melakukan perjalanan-perjalanan ekstrem sama teman-teman sekolahnya? Terimakasih Padmanaba Hiking Club! Bukit, goa, pantai, tebing, gunung, hutan, sungai dan segalanya yang kami jelajahi. Selain itu juga terimakasih Padmanaba atas segalanya yang nggak mungkin disebutkan satu-satu di sini. Dan, selamat tinggal 2012!
Nah, kalau tahun kemarin duniaku ber-revolusi di sekolah, tahun ini aku berharap bisa sedikit lebih menjadi anak rumahan. Belajar tenang, santai-santai sedikit dan makan-makan banyak. Jangan bilang ini nggak mungkin ya, jangan hancurkan harapan orang (Walaupun sepertinya dalam waktu dekat ini memang belum memungkinkan).
Jadi, selamat tahun baru semuanya! Dan selamat menikmati roller coaster kehidupan bernamakan tahun 2013 ini! Cao! 
Oh, dan selamat bersenang-senang di semester 4 hai 69!