March 26, 2017

Sepucuk surat untuk mereka


Alhamdulillah
Mungkin hanya syukur tiada terperi yang bisa saya sampaikan atas kesempatan luar biasa yang hadir pada saya. Akhir pekan ini saya dipertemukan dengan sosok-sosok kecil yang menggetarkan hati, siswi-siswi kelas 6 SDIT Al-Khaairaat.

Sungguh dari awal saya cukup terbebani sebenarnya, setelah sekian lama tidak pernah... Pun persiapan saya dan teman-teman sangat minim, segalanya direncanakan kurang dari 24 jam sebelumnya! Maka salut buat rekan-rekan saya di lapangan, Irfani, Swasti dan Farida yang mampu memberikan yang terbaik saat itu. Walaupun setelahnya, kami berempat sepakat, apalah kami dibanding mereka, karena sesungguhnya kamilah yang banyak memetik pelajaran berharga hari itu.

Mereka anak-anak, yang masih senang bermain dan sedang khawatir menghadapi ujian yang sebentar lagi datang. Tapi lebih dari itu, mereka menyimpan kedalaman iman yang terpancar dalam akhlaq mereka, pun dalam cita-cita yang mereka tuliskan dalam secarik kertas. Dokter, penulis, pengusaha, arsitek, itu cita-cita biasa. Memberangkatkan haji umi, berkuliah di Kairo, menjadi hafidzoh, membangun rumah di surga, dan setinggi-tinggi impian lainnya berani mereka tuliskan. Hal-hal, impian-impian yang bahkan belum pernah terpikirkan oleh saya.

Maka di penghujung pertemuan kami, saya titipkan sepucuk surat untuk mereka, yang dibuat dengan sangat sederhana

Assalamu'alaykum wr. wb
Hari ini saya terjaga semenjak dini hari
Rasanya tak bisa tidur menanti pagi datang

Satu dekade umur kita terpaut
Saya tak bisa berhenti bertanya-tanya, seperti apa wajah-wajah kalian

Ketika pagi akhirnya datang
Saya terlalu takut membuka mata
Terlalu enggan bangkit dari kasur
Terlalu ragu untuk berjalan kemari

Benar firasat saya,
Pagi ini saya tertampar oleh semangat kalian
Rasanya, lebih banyak hal yang kalian ajarkan pada saya dibanding apa yang bisa saya berikan pada kalian

Haru rasanya, mendengar lantunan Al-Qur'an dari ruangan ini
Haru rasanya, membaca uraian cita-cita yang kalian tuliskan
Haru rasanya, mendengarkan yel kelas kalian yang begitu indah dan bermakna

Haru rasanya, melihat kebersamaan kalian yang saling bercengkrama, bermain dengan lepasnya
Haru rasanya, menyimak pesan-pesan yang kalian sampaikan satu sama lain, terselip dalam kado kecil yang kalian siapkan

Saya harap teman-teman bersyukur
Karena sungguh saya tak pernah seberuntung teman-teman
Punya ustadzah yang begitu sabar
Punya lingkungan yang begitu suportif saling mengingatkan dalam kebaikan

Coba sekarang kita renungkan apakah sudah cukup syukur kita panjatkan ke hadiratNya
Dan renungkan sudah amanahkah kita dalam melaksanakan tugas kita di dunia untuk beribadah kepadaNya
Kalau belum, marilah kita berjanji pada diri sendiri untuk berusaha lebih baik daripada yang terbaik yang bisa kita berikan untuk mencapai cita-cita yang tadi sudah kita tuliskan dalam lembaran-lembaran kertas kecil
Dan marilah kita berjanji untuk saling mengingatkan teman-teman yang ada di ruangan ini, yang ada di kanan-kiri kita, untuk bersama mencapai cita-cita dan tidak membiarkannya menjadi angan belaka

Karena sukses sendiri itu nikmat, tapi sukses bersama itu jauh lebih nikmat dan lebih indah

ditulis dengan sepenuh cinta
untuk generasi yang insyaAllah akan jadi lebih baik dari saya
para calon muslimah arsitek peradaban
tertanda, Ipeh


Terimakasih, sudah menyalakan api, mengobarkan semangat dan membulatkan tekad


No comments:

Post a Comment